Top Social

Museum Bio Farma : Wisata Edukasi Modern tentang Vaksin di Indonesia

Wednesday, July 25, 2018

Febtarinar.com - Zaman sekarang wisata museum menjadi hal yang sangat digemari, apakah teman-teman tau kalau di Bandung ada Museum Kesehatan ? Museum Kesehatan dalam bidang Vaksin ini menjadi sesuatu hal yang segar buatku, letaknya sangat terjangkau karena berada di dalam kawasan PT. Bio Farma. Museum ini diresmikan pada tahun 2015 dan seiring dengan berjalannya waktu museum ini di renovasi sehingga sekarang lebih mutakhir dan fun. Teman-teman tau gak kalau PT. Bio Farma ini merupakan perusahaan yang sahamnya full milik pemerintah (BUMN) dan perusahaan ini memproduksi vaksin dengan kapasitas 2 miliar dosis per tahun.


Read More : Explore Jogja : Belanja di Mirota Batik

Ada yang tau gimana caranya vaksin bisa sampai pada masyarakat ? Aku cerita sedikit ya, Bio Farma memproduksi vaksin, lalu didistribusikan dengan menggunakan kendaran berpendingin khusus (untuk menjaga sterilisasi dari vaksin tersebut), setelah itu sampailah di Dinas Kesehatan Provinsi, baru bisa di serahkan ke Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten dan didistribusikan kembali ke puskesmas dan sampailah ke konsumen. Vaksin dari Bio Farma ini keren banget loh karena didistribusikan ke 137 negara dan 49 diantaranya adalah negara OIC (Organization of Islamic Conference), wah gimana gak bangga aku sama Indonesia yang ternyata sangat hebat di dalamnya, jujur aku begitu excited di hari itu karena aku memang suka sama yang berhubungan dengan kesehatan dan belum pernah juga ke museum kesehatan khususnya vaksin.



Museum Bio Farma menerapkan konsep "Interactive Museum" yang akan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung museum. Disana terdapat 3 dimensi proses pembentukan vaksin, video mapping dan masih banyak lagi. Pertama kali masuk aku ketemu sama board 3D, kalian bisa tau tentang vaksin, untuk anak-anak yang penasaran juga bisa langsung klik semua yang ada di papan, mereka akan di biarkan meng-explore sendiri.








Dari pintu masuk aku langsung belok kiri dan masuk ke ruangan Hall of Fame, disini berisikan daftar orang-orang yang menjabat sebagai Direktur Utama Bio Farma. Setelah aku berkeliling menyusuri dinding ternyata baru pada tahun 1945 orang Indonesia pertama bisa menjadi direktur Bio Farma yaitu Bapak R. M. Sardjito.






Lalu setelah ke bagian Wall of Fame, kita masuk ke Bio Farma Milestone. Nah disana kita bisa mengetahui tentang perkembangan Bio Farma dari masa ke masa, semua di tata modern dan kekinian, serba jelas dan simple jadi cocok banget untuk bawa anak-anak dan keluarga tercinta.






Buat teman-teman yang penasaran gimana seragam di balik pembuatan vaksin, nah di museum Bio Farma juga ada contoh bajunya lengkap dari atas sampai bawah loh. Ini adalah standar dari seragam yang wajib di kenakan dalam proses pembuatan vaksin, kebayang dong gimana kerennya mereka menjaga agar semuanya serba steril.






Museum Bio Farma juga memiliki berbagai macam koleksi berupa peralatan vaksin tempo dulu, dari zaman yang belum serba ada sampai yang modern telah di perlihatkan oleh museum Bio Farma. Enggak cuma itu, disana juga ada buku-buku yang sangat tua dan langka yang berisikan tentang vaksin dan kesehatan.




Hal yang wajib kita banggakan adalah bahwa Bio Farma ini telah menerima berbagai macam penghargaan seperti Lifestyle Achievement, CEO Award dan masih banyak lagi.Keberhasilan ini didukung oleh solidaritas dari semua pihak yang terlibat dalam memajukkan Bio Farma, bangga sekali Bandung punya Bio Farma!




Teman-teman dari kunjungan kemarin aku mendapatkan ilmu baru yaitu, tentang kualitas dair vaksin. Setiap botol cairan vaksin itu memiliki ukuran tanda lingkaran dengan kotak di dalamnya yang menunjukkan kualitas dari vaksin itu sendiri. Setiap vaksin memiliki tempat suhu yang berbeda-beda, kalau kotak ini masih berwarna merah itu tandanya masih bagus kualitasnya jika warnanya sudah berubah berarti kualitasnya sudah menurun, mudah bukan cara melihatnya.


Teman-teman juga wajib tau kalau di Bio Farma kita bisa mendapatkan vaksin. Seperti kemarin aku mendapatkan vaksin Influenza dan ketahanan dari vaksin ini adalah sekitar 1 tahun, setelah satu tahun berlalu kita bisa kesini untuk vaksin lagi. Lebih baik mencegah kan ya daripada mengobati, coba teman-teman coba bayangkan biaya kita ke dokter misalkan Rp 80.000,00 dan misalkan kita ke dokter dalam setahun itu 5x. Kita itung-itung aja udah Rp 400.000,00 ya, nah kalau vaksin kita hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 200.000,00 - Rp 250.000,00. Kebayang dong kita jadi hemat Rp 150.000,00 - Rp 200.000,00 loh, wah worth it banget sih kalau kata aku. Buat yang mau umroh atau naik haji bisa banget untuk vaksin influenza disini, ramah banget loh orang-orangnya.


Untuk yang mau mengunjungi Museum Bio Farma bisa dengan masuk ke halaman webnya. Lokasi museumnya sangat terjangkau karena ada di pusat kota Bandung yang beralamatkan di Jl Pasteur No, 28 Bandung. Teman-teman bisa mengunjungi museum Bio Farma di hari RABU & KAMIS dari jam 09.00 - 11.30 ya.


Untuk informasi lebih lanjut teman-teman bisa cek media sosialnya di :

Facebook/Instagram/Twitter/YouTube : @biofarmaid
Website : www.biofarma.co.id

Terima kasih teman-teman sudah baca ceritaku mengunjungi museum Bio Farma, Museum Kesehatan bertema Vaksin ini cocok untuk segala rentan usia. 
3 comments on "Museum Bio Farma : Wisata Edukasi Modern tentang Vaksin di Indonesia"
  1. Nggak nyesel deh vaksin flu sekarang, buat jaga kesehatan minimal sampai setahun ke depan :D

    ReplyDelete
  2. Bandung kece banget euy, segala ada museum begini juga 😁

    ReplyDelete

Auto Post Signature