Top Social

Manusia di Persimpangan

Sunday, July 24, 2016

Untukmu, manusia di persimpangan
Ribuan langkah sudah kau tempuh dengan tenagamu
Percayalah Tuan,
Ada jutaan do'a yang melangit dariku untukmu

Walau harus seringkali kita tidak bertemu di jalan yang sama
Aku selalu percaya bahwa Tuhan turut serta
Ketika aku tahu, bahwa ada aku di dalam rencanamu
Percayalah ada namamu selepas sujud panjangku

Badai akan datang, hujan pasti menghampiri
Ijinkan aku menemanimu berjalan bersama sambil menyusuri
Aku mungkin tidak hebat, rapuh dan ketakutan
Namun, seingatku berjuang bersama adalah kekuatan

Ingat, ada mimpi-mimpi yang sudah kita bisikkan pada-Nya
Entah harus berjalan sendiri atau berdampingan
Aku pun tidak pernah tahu ada kebuntuan apa di ujung jalan sana
Aku hanya tahu, bersamamu aku bisa menembus segala ketidakmungkinan

Jika kau masih di persimpangan, biarkan aku menunjukkan sebuah jalan
Jalan setapak demi setapak tentang kebaikan setelah dunia ini
Kan ku pastikan kau tidak akan tersesat menuju arah pulang
Karena, sudah jelas aku bukakan jalan menuju 'rumah'



Jum'at, 15 Juli 2016

Rara Febtarina



Terinspirasi dari seorang Tuan yang tidak pernah bosan dan lelah mengajariku tentang arti dari sebuah rasa percaya dan mencapai segudang impian. Jika Tuan membaca ini, ini adalah salah satu bentuk ucapan terima kasih, karena telah membantu melawan semua rasa takutku. Aku bersyukur, dan aku akan bertahan semampuku. Sampai jumpa, Tuan. 




Jantung Wanitanya

Friday, July 22, 2016
Kupikir setiap orang pernah patah hati. Aku benci patah hati, tapi aku lebih benci mendengar kata-kata seolah jujur namun bola mata berkata yang sebenar-benarnya. Aku baru mengerti mengapa segelintir orang berkata tentang cinta. Mereka berkata cinta adalah gerbang dimana kamu memperbolehkan orang lain menyayangi sekaligus menyakitimu. Jika memang ini cara-Mu menjawab doaku untuk menjadi orang sabar, aku bersyukur. Jika memang ini cara-Mu membuatku lebih kuat, aku terima. Tapi, pertama kali yang terlintas di pikiranku adalah ini karena aku mengharap kepada selain Kau. Maafkan aku mencintai makhluk-Mu, makhluk yang entah menyebut namaku selepas sujudnya atau tidak. 

Kepada-Mu Sang Maha Pembolak-balik hati, jangan buat aku patah hati berkali-kali, perlu waktu lama untuk menyusun kepingan ini menjadi utuh kembali. Setelah aku memilih itu berarti aku sudah mengambil langkah besar. Namun, ternyata aku belum siap untuk langkah sebesar itu, entahlah aku tidak sekuat biasanya. Kupikir, menghadapi dunia ini tidak melulu mesti sendiri, maka dari itu aku memilihnya. Tapi, baru aku menyadari satu hal bahwa sampai kapanpun dan dimanapun aku tetap sendiri, menguatkan diriku sendiri dan berpijak sendiri. Aku yang kemarin terlalu takut disakiti, tapi aku yang hari ini adalah aku yang mengusap air mata dari ketakutanku dan tidak benar-benar mempercayai seseorang sepenuhnya lagi, karena setelah aku percaya sepenuhnya, aku harus patah hati kembali.

Semoga aku ditakdirkan bersama dia yang melabuhkan cintanya kepada-Mu, semoga aku ditakdirkan bersama dia yang memegang erat dengan utuh perasaan wanitanya. Semoga dia tau, kedamaian hidup ini adalah di jantung wanitanya. Dunia ini ikut redup jika wanitanya berkabung, dan dunia ini ikut bertabur kasih jika wanitanya bahagia.




Rara Febtarina

Auto Post Signature