Top Social

Dia di Hatiku

Monday, May 30, 2016


Dia di pikiranku,
maka dia tidak pernah benar-benar pergi,
Dia di hatiku,
maka dia tidak pernah benar-benar mati.

Aku senang, kau sudah tenang,
Ada yang lebih berhak menjagamu,
Jangan merasa kehilangan,
karena (sebenarnya) kamu tidak pernah benar-benar memilikinya.


Yogyakarta, 23 April 2015

Rara Febtarina



Puisi ini terinspirasi dari seorang pemeran utama dalam hidupku, Ibu. Aku dedikasikan puisi ini untuknya, wanita kuat nan menginspirasi. Puisi ini ku tulis di hari ulang tahunnya, walaupun Ibu pergi lebih dulu, tapi jiwanya tetap tinggal di hidupku. 
Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature