Top Social

Jerawat Membandel ? Hati-hati Hyperandrogen | Rara Febtarina

Thursday, March 8, 2018

Febtarinar.com - Bicara soal kecantikan memang gak ada habisnya, sebagai seorang wanita kita harus benar betul memperhatikan kesehatan luar dan dalam diri kita. Masalah yang tidak akan pernah kunjung usai adalah jerawat. Kebanyakan wanita sangat memperhatikan betul untuk masalah wajah yang satu ini, karena menurutku menjaga, merawat dan mempercantik diri merupakan hakekat seorang wanita. 

Jerawat biasanya timbul ketika PMS, stress, makan makanan yang berminyak, tangan yang bandel menyentuh wajah, tidak merawat wajah, hormon, dan lain-lain. Hal yang paling menakutkan adalah ketika jerawat tidak kunjung hilang, berubah menjadi jerawat batu hingg bernanah, waspada apakah ini gejala Hyperandrogen ?

1. Apa itu HYPERANDROGEN ?
Hyperandrogen adalah kadar hormon androgen yang meningkat secara abnormal, atau bisa di katakan  dimana seorang wanita kelebihan hormon laki-laki, setiap wanita memiliki hormon tersebut hanya kadarnya yang berbeda. Sedangkan hyperandrogenisme adalah keadaan yang menunjukkan  adanya suatu gejala yang mengarah ke hyperandrogen. Gejala hyperandrogen sendiri bisa mempengaruhi 10-20% pada wanita di usia produktif.

Laki-laki memiliki hormon androgen yang tinggi maka dari itu laki-laki jauh lebih berminyak daripada wanita. Apa jadinya jika hormon androgen itu dimiliki wanita dan kadarnya meningkat secara signifikan ?

2. Gejala HYPERANDROGEN
Penting diketahui gejala dari hyperandrogen sehingga kita bisa lebih waspada, apa aja sih gejalanya ? Pada perempuan, hyperandrogen dapat dikenali setidaknya melalui beberapa gejala klinis. Gejala itu biasa disebut dengan S.A.H.A. Gejalanya di mulai dari peradangan kulit bagian atas (seborrhea), tumbuhnya rambut pada bagian tidak wajar (hirsutism), serta kebotakan yang dimulai dengan kerontokan (alopecia), ayo girls di cek apakah gejala tersebut ada pada kita ?

  • S : Seborrhea (Ketombe)

source : jointsmedicine.com
Seborrhea dan acne bisa jadi saling berkaitan, seborrhea adalah penyakit kulit yang biasanya mengenai kulit kepala dan area tubuh yang berminyak hingga ke depannya dapat menyebabkan kulit berwarna merah disertai dengan ketombe dan bersisik. Girls, ayo cek bagian kulit kepala kalian.

  • A : Acne (Jerawat)
source : beautyskin.com
 Penyebab timbulnya jerawat bisa dengan merokok, stress, genetik, gangguan hormon, bisa juga dari penggunaan kosmetik, obat-obatan, makanan, pola hidup dan lain-lain. Namun apa sih yang membedakan antara jerawat biasa dengan jerawat yang diakibatkan oleh hyperandrogen ?

Jerawat akibat hyperandorgen akan jauh lebih sulit diatasi dibandingkan dengan jerawat biasa, lebih parah dan dapat menimbulkan scar atau bekas luka, dapat tumbuh di berbagai area tubuh dengan densitas minyak yang banyak. Jerawat akibat hyperandrogen biasanya dilihat dari produksi minyak yang masih banyak meski sudah menggunakan obat tipikal (oles) maupun oral.
  • H : Hirsutism ( Tumbuh rambut  pada wanita)

source ; e-sanitas.edu.co
Hirsutism ini biasa dialami oleh 5% sampai 15% wanita di usia masa reproduksi,  namun dialami 70% - 80% pasien hyperandrogen. Agar lebih jelasnya kita bisa lihat pada gambar di atas, ini salah satu contoh hirsutism dimana tumbuhnya rambut pada wanita di area yang tidak wajar, seperti kumis, rambut di bagian dada, jenggot dan di bagian yang tidak wajar lainnya.
  • A : Androgenetic Alopecia ( Kerontokan yang menyebabkan kebotakan)

source : heralopecia.com
Alopecia adalah kebotakan yang diakibatkan oleh kerontokan. Kita harus pintar merawat diri karena seperti yang kita tau kalau rambut itu adalah mahkota bagi wanita, jika ada diantara teman-teman yang mengalami 4 gejala atau minimal 2 gejala langsung pergi menemui ke dokter, tidak boleh di biarkan sebelum semakin berbahaya.

3. Dampak HYPERANDROGEN
source : vemale.com

Bagi seorang wanita hyperandrogen berdampak signifikan. Wanita bisa terkena ketakutan akan sosial seperti tidak percaya diri, takut bertemu dengan teman-temannya, dan minder. Wanita juga akan mengalami dampak psikis lainnya seperti cemas, depresi, badmood, dan suicide thought. So, sebelum itu terjadi yuk kita atasi, dan bagaimana cara mengatasinya ?


4. Cara Mengatasi HYPERANDROGEN

source : tblockers.com

Untuk mengatasinya kita bisa melakukan terapi yang menggunakan bahan-bahan Antibiotik, Benzoylperoxide, Retinoids, Terapi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH Analog), Antidrogens, dan Kontrasepsi oral. Untuk obat antiandrogen efektif dalam mengobati jerawat biasa sampai jerawat yang parah.


But girls, harus kalian tau hal paling mendasar yang dapat menjauhkan kita dari itu semua dengan mengatur pola hidup sehat, it's about lifestyle girls. Kita harus memperhatikan asupan gizi makanan ( yang doyan gorengan sama pedas di takar coba ya jangan berlebihan), lalu kita harus rajin olahraga untuk menyeimbangkan kondisi di dalam diri, ditambah kita wajib untuk memperbanyak asupan air putih (aseli manjur ini). FYI, apabila teman-teman  atau sanak saudara ada yang mengalami gejala tersebut jangan khawatir karena PT. BAYER Indonesia telah memiliki produk anti-androgen untuk terapi (Cyproterone Acete/Ethylnil Estradiol) atau kalian juga bisa datang ke klinik kecantikan Lineation Centre.

Ilmu berharga ini aku dapatkan di event Discover New Confidence by GueSehat & Bayer Indonesia dengan tema "Waspadai Hyperandrogen! Penyebab Jerawat Membandel Pada Wanita" yang disampaikan oleh Dr. Isabella Putri Serisma Meliala dari Lineation Centre. Terima kasih kepada Beautynesia karena telah mengundang aku ke event luar biasa ini, semoga manfaatnya bisa sampai kepada para pembaca.

me with Dr. Isabella

Jadi, sekali lagi untuk wanita-wanita di usia produktif yuk kita lebih sayang sama diri sendiri dan mari kita atur lifestyle kita, karena kesehatan merupakan sebagian dari iman dan bentuk investasi yang luar biasa untuk masa depan.

Keep Inspiring and Stay Humble,


18 comments on "Jerawat Membandel ? Hati-hati Hyperandrogen | Rara Febtarina"
  1. Thanks infonya, Ra. PR banget nih buat aku yang makanannya masih segala habek.

    Dulu mah jerawat ku tumbuh terus, tapi pas udah hamil ini alhamdulillah enggak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah udah engga jerawat ya teh, karena peer banget emang kalau punya jerawat itu

      Delete
  2. Saya baru tau kalau hyperandrogen ini penyebab utama jerawat huhuh, makasih sharingnya rara

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama teh Tian :) semoga bermanfaat

      Delete
  3. Jadu pengen periksa, aku termasuk wanita yg kena hipernadrogen ngga ya. Soalnya beberapa gejala apalagi jerwat hmmmmm susah banget ilangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang gimana teh gejalanya selain jerawat? kalau sampe jerawat batu atau sampai bernanah baru itu harus tanda tanya besar, tapi biar reugreug kalau kata sundanya mah ya mending periksa teh

      Delete
  4. Wow dapat ilmu banyakkkk... ������

    Baru tahu kalo penyebab jerawat sungguh kompleks

    ReplyDelete
  5. Bermanfaat sekali artikel nya. Tapi aku kurang paham sama cara mengatasi yang disebutin diatas. Kalo boleh jelasin disini ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mas firman, jadi yang cara mengatasinya bisa dilakukan dengan berbagai terapi, untuk lebih lanjut mas firman bisa menghubungi klinik kecantikan atau dengan dokter terkait :)

      Delete
  6. Duh harus hati2 ternyata bisa segitunya ya...Alhamdulillah sih teteh mah jarang jerawatan, tapi kalau sudah muncul satu tapi besar jadi mengundang dioprek, jadi aja berbekas, padahal bisa jadi jelek bekasnya hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bisa menimbulkan scar teh kalau kita oprek tapi ya gimana emang kadang suka gatel ya tangan kitanya hihihi

      Delete
  7. makasih sharing-nya, Teh.
    Semoga kita selalu sehat ya kulitnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya teh Eva semoga kita selalu :)

      Delete
  8. Aku malah punya problem di kulit normal cenderung kering Ra...

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh kalau gitu sama kaya aku teh Mita, aku juga kering nih kulitnya

      Delete
  9. ngeri juga ya liat gejalanya kalo hyperandrogen gini

    ReplyDelete

Auto Post Signature