Top Social

#MemesonaItu Bangkit Dari Rasa Sakit | Rara Febtarina

Monday, April 10, 2017

"No Pain, No Gain" setuju ? Rasa sakit akan selalu mengubah seseorang. Aku sudah mengalami itu,  ya kehilangan ibuku di usia 15 tahun. 4 Desember 2009 merupakan titik balik luar biasa dalam hidupku, kehilangan belahan jiwa semasa SMA tidaklah mudah, kehilangan seseorang yang amat sangat kau butuhkan saat itu. Sempat beberapa waktu aku mati rasa dan bersikap dingin terhadap lingkungan di sekitarku. Beberapa saat aku bahkan tidak sanggup melihat anak remaja lain seusiaku berjalan bergandengan tangan bersama ibunya, sakit itu masih kian terasa, rasanya kacau detik itu.


Di usia 17 tahun bagiku #Memesonaitu bangkit dari rasa sakit, #Memesonaitu adalah ketika kita berhasil membuktikan ketidakmungkinan kepada diri kita sendiri, bahkan kepada orang-orang yang sempat meragukan kita, Alhamdulillah aku masuk Universitas Negeri keinginan ayahku dengan jalur tes tertulis. Tidak bisa di pungkiri, aku seperti mengalahkan diriku sendiri dan tentu membuat orang yang aku cintai bangga adalah suatu kehormatan bagiku. 

Sepanjang masa kuliah aku selalu berusaha mengalahkan rasa duka atas ibuku, rindu yang menyiksa itu berubah menjadi do'a. Ibuku mungkin tidak akan menyukaiku jika aku terus berduka, maka dari itu aku mulai bangkit dengan nilai yang memuaskan. Tidak bisa terhapus di memori hidupku bahwa ayah menginginkan aku untuk menutup auratku, kadang hal itu aku abaikan karena aku tidak ingin dipaksa. Namun Agustus 2013 aku mantap untuk menutup aurat, percaya atau tidak ilham ini datang tiba-tiba. 

Dari tahun 2012-2013 ayah sudah mengalami stroke ringan, teringat pada tanggal 3 Desember 2013 aku berpamitan ijin untuk berangkat kuliah, aku berpelukan dan meminta do'a restu agar segala urusanku diberi kelancaran. Sesampainya aku di kampus, tepat pukul 09.00 aku mendapatkan chat dari grup keluarga bahwa ayah masuk rumah sakit karena serangan jantung, seketika amarah membakar tubuhku, semua pikiran negatif sudah berlalu lalang di dalam otakku. Aku meninggalkan kelas tanpa pamit, sungguh aku tidak peduli dengan kuliahku saat itu. 


Sampailah aku di HCU RSHS, air mata sudah mengalir deras seperti air terjun melihat banyak sekali kabel yang terpasang di dada ayah, aku sungguh sedang mempersiapkan diri untuk hal terburuk. Keesokan harinya, tepat meninggalkan 4 tahun ibuku, aku berdo'a untuk ibu dan kesembuhan ayah. Pernahkah kalian merasakan luka yang tak pernah sembuh ? Atau luka yang akan sembuh menjadi luka dalam ? Aku bahkan benci bulan Desember. Tanggal 6 Desember 2013 ayah di pasang ring di dalam dadanya, lalu 7 Desember 2013 ayah di nyatakan membaik oleh dokter. Akhirnya tanggal 8 Desember 2013, aku kehilangannya.

Wahai Desember, begitu kejamkah engkau ? Pada saat jenazah ayah di bawa kerumah aku menemaninya di samping sambil mengusap tangannya, begitupun dengan ibu. Kumandikan, kuberi parfum kesayanganku, di kedua moment itu mereka sungguh cantik dan tampan. Aku baru menyadari, aku yatim piatu sekarang dan aku benci bulan Desember.

Aku hancur, aku menjadi seseorang yang mudah sekali emosi, aku merasa kesepian, dan aku merasa rindu. Kuliahku benar-benar berantakan, tapi beruntung aku memiliki dosen yang baik luar biasa, mereka bahkan seperti orang tuaku sendiri menyayangiku seperti anak mereka. Aku mulai menata hidupku, aku mulai bangkit, karena #Memesonaitu bangkit dari rasa sakit dan aku berjanji akan lulus S1  di bulan Desember 2016. 


Ternyata, Allah SWT menyertai, meridhoi, dan memberiku kesempatan sidang di bulan Desember. Untuk kesekian kalinya, aku berhasil mengalahkankan diriku, aku sidang S1 di bulan Desember 2016, kini aku cinta bulan Desember.



Akhirnya, sudah kuambil hikmah dari perjalanan panjangku, #Memesonaitu bangkit dari rasa sakit. Karena, kekuatan rasa sakit bisa berdampak positif jika kita menyikapinya dengan positif. Aku mendedikasikan hidupku agar bermanfaat bagi orang lain, aku ingin memberitahu orang lain bahwa jangan pernah takut merasa sakit, benar adanya bahwa rasa sakit akan membuat bangkit. Kita harus berani, rasa sakit akan membuat kita menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa dan kuat. Buktikanlah bahwa dirimu cukup hebat, kamu sungguh lebih besar dibandingkan masalah tersebut.
2 comments on "#MemesonaItu Bangkit Dari Rasa Sakit | Rara Febtarina"

Auto Post Signature